ARTIKEL KASTRAT

Perubahan itu terkadang menyakitkan, Ia menyebabkan orang merasa tidak nyaman, bingung, dan marah. Akan tetapi perubahan perlu dilakukan bila kamu ingin berkembang menjadi pribadi yang lebih baik dan tahan banting

Academic Burnout

Jun 01, 2022 Sumber : Kajian Strategis

Isu mengenai masalah kesehatan mental di Polstat STIS telah timbul sejak lama. Ditambah pandemi yang berkepanjangan, mahasiswa terpaksa menjalankan perkuliahan secara daring yang tentunya memunculkan tantangan baru dalam manajemen kesehatan mentalnya. Berdasarkan hasil research yang dilakukan oleh UKM Forkas, tingkat stress dan kecemasan mahasiswa meningkat dengan 45% mahasiswa memiliki kecemasan yang sedang dan 35% mahasiswa mengalami tingkat stress yang tinggi. Selain itu, riset tersebut juga menunjukkan peningkatan persentase mahasiswa yang tidak percaya diri.

Unit Kajian Strategis melakukan obrolan singkat dengan perwakilan mahasiswa dari tingkat 1, 2, 3, dan 4 untuk mengetahui kondisi permasalahan akademik pada mereka. Pertanyaan yang diajukan juga termasuk pertanyaan mengenai gejala academic burnout, dimana gejalanya adalah sebagai berikut:

  1. Kelelahan pikiran dengan gejala sulit konsentrasi, malas mengerjakan tugas akademik, dan mudah lupa dengan pelajaran
  2. Kelelahan emosional dengan gejala merasa kosong, kehabisan energi untuk menjalani kegiatan, dan tidak mampu mengobati kelelahannya, mudah tersinggung, putus asa, mudah marah, tertekan, gelisah, apatis terhadap akademik, merasa terbebani, bosan, dll
  3. idak ada kemajuan dalam capaian hasil belajar dalam waktu tertentu

Berikut hasil yang kami dapat dari partisipan.

Pernah nggak sih, ngerasain kesulitan akademik selama kuliah di stis? Apa penyebabnya?

C (Tingkat 1) : "Pernah, penyebabnya karena matkul dan dunia perkuliahan sangat baru bagi aku dan beda banget dibanding SMA, nggak semua soal aku tahu jawaban benarnya tuh seperti apa kalo nggak benar-benar tanya. Harus ada temen buat belajar juga sih.”

M (Tingkat 2) : “Tentu pernah, kadang ngerasa kalo materinya berat terus kadang ngerasa tugasnya kebanyakan. Tapi untungnya ada teman yang siap sedia membantu. Penyebabnya ya bisa jadi emang materinya yang susah, atau emang akunya yang agak mageran. Penyakit yang susah sembuhnya si emang itu tuh haha.”

I (Tingkat 3) : “Pernah dong pastinya, apalagi dengan teman-teman yang kalau dilihat tuh mereka bisa menguasai materi. Kadang tuh mau tanya ke temen juga sungkan soalnya bakalan keliatan banget kalo aku bego :(. Tapi ya gimana lagi aku juga kudu bisa ngelewatin itu semua. Dulu awal-awal masuk kuliah punya target ip kudu sekian, makin kesini makin ya sudahlah yang penting tiap semester lolos aja, dan yang penting lulus.”

A (Tingkat 4) : “Pernah, penyebabnya adalah saya nggak suka sama matkulnya dan terlebih lagi dalam dosen yang mengajarkan kurang motivasi agar semangat belajar.”

Menurut kamu, jadwal kuliah di STIS tergolong padat atau tidak?

C : “Tidak terlalu padat, tetapi ketika dapat full 3 sesi terasa capek sekali.”

M : “Ini agak relatif. Kalo pas tingkat 1 super selo sih jadwalnya, tapi makin ke sini kayaknya makin padat, karena ada praktikum sih ya. Terus juga katanya tingkat 2 tuh paling berat dan padatnya kuliah gitu.”

I : “Enggak si, selo banget. Aku masih banyak waktu tidur daripada waktu kuliah hahaha.”

Semester berapa yang paling berat dan kenapa?

I : “Semester 6, karena matkulnya menantang dan belum selesai dijalani jadi terasa berat.”

A : “Semester terberat si menurut saya ada di semester 3 karena matkulnya susah dan kebanyakan teori statistikanya.”

Pernah merasa hopeless sama perkuliahan?

C : “Pernah, tapi nggak jadi. Aku cancel karena aku lihat temen-temen aku pasti sama-sama berjuangnya kayak aku. Mereka aja nggak nyerah, masa aku nyerah.”

I : “Tiap semester pasti ada aja matkul yg bikin hopeless. Tapi semester ini (semester 6) rekor banget, sih. Semua matkul nggak ada yang bisa dipahami. Belum tertarik juga mau fokus di matkul apa sampai sejauh ini.”

A : “Untuk hopeless alhamdulillah nggak pernah, karena adanya KSM bersama teman jadi bisa belajar bareng dan berjuang bareng walaupun ya harus memilih teman yang benar-benar dukung hehe.”

Pernah ngerasain tanda-tanda academic burnout?

C : “Pernah, ngerasa capek banget fisik dan mental. Waktu kelas, nggak punya rasa ketertarikan untuk memperhatikan.”

M : “Ini mungkin iya mungkin enggak. Kenapa? Karena aku sendiri orangnya sering ‘yaudah lah ya’. Bisa jadi ngerasain tandanya dikit-dikit tapi nggak sadar kali ya.”

I : “Pernah banget. Contohnya nih, tiap ada tugas yang nggak selesai selesai bawaannya emosi ke semua orang hahaha. Kalau mau ujian juga biasanya gitu. Nanti kalau tugas atau ujiannya selesai bisa happy lagi.”

I : “Pernah banget. Contohnya nih, tiap ada tugas yang nggak selesai selesai bawaannya emosi ke semua orang hahaha. Kalau mau ujian juga biasanya gitu. Nanti kalau tugas atau ujiannya selesai bisa happy lagi.”

A : “Semua tanda-tandanya pernah dirasakan, sih.”

Obrolan ditutup dengan pertanyaan mengenai gejala academic burnout. Respon yang diberikan oleh perwakilan mahasiswa dari masing-masing tingkat sangat beragam. Namun, satu hal yang perlu digaris bawahi adalah semua perwakilan tersebut pernah merasakan gejala dari academic burnout yang ditimbulkan oleh permasalahan-permasalahan akademik yang ada. Istilah burnout pertama kali dikemukakan oleh psikolog Herbert Freudenberger pada tahun 1974. Sindrom ini ia temukan sebagai hasil dari pengamatannya terhadap beberapa pekerja di sektor pelayanan tatap muka. Kebanyakan dari mereka mengalami stres akibat konflik dan tekanan di kantor. Beberapa tahun kemudian, konsep burnout juga diteliti di sekolah. Hasilnya menunjukkan bahwa siswa juga dapat merasakan stres seperti pekerja.

Academic burnout atau kelelahan akademik merupakan reaksi emosional, fisik, dan mental yang negatif terhadap studi yang berkepanjangan. Dikutip dari artikel web Universitas Negeri Makassar, salah satu cara mengatasi academic burnout adalah dengan bercerita dan meminta dukungan dari orang terdekat. Untuk kondisi yang cukup parah, jangan ragu untuk menghubungi profesional agar masalahmu segera teratasi.

MEDIA SOSIAL KAMI

Badan Eksekutif Mahasiswa Polstat STIS
bem.stis.ac.id
bem.stis
BEM STIS